Sabtu, 30 Mei 2015

Makalah Korupsi di Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Korupsi merupakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh semua negara. Karena itu, masalah korupsi patut ditangani oleh semua pihak, tidak hanya oleh pemerintah.
Ada berbagai macam hukuman yang dijatuhkan kepada koruptor. Salah satunya seperti hukuman mati yang dilakukan oleh negara Cina.
Dulu, negara Cina adalah negara koruptor terbesar di dunia. Tapi karena ada hukuman mati di negara Cina, sekarang negara Cina lebih makmur daripada sebelumnya. Dan hanya tinggal beberapa persen koruptor yang masih melakukan aktivitas korupsinya.
Berbeda dengan Indonesia, pemerintah sedang berusaha menangani para koruptor dengan cara membentuk KPK (Komis Pemberantasan Korupsi), tapi belum seutuhnya berhasil.
Berdasarkan uraian di atas, maka kami sebagai tim penyusun tertarik untuk membahasa masalah “Korupsi dan Solusinya”.

1.2    Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan korupsi?
  2. Latar belakang timbulnya korupsi?
  3. Bagaimana cara memberantas korupsi di Indonesia?

1.3    Tujuan Penelitian
Penulis ingin mengetahui apa yang dimaksud dengan korupsi, latar belakang timbulnya korupsi. Dan bagaimana cara memberantas korupsi di Indonesia.

1.4    Kegunaannya
Menambah wawasan bagi penulis dan pembaca dalam masalah “Korupsi dan solusinya”.


BAB II
ISI

2.1    Pengertian Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa Latin, yaitu corruptio yang berasal dari kata kerja corrumpere yang berarti busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalikkan dan menyogok.
Korupsi menurut transparency international adalah perilaku pejabat publik, baik politikus/ politisi maupun pegawai negari, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
Selain dengan pendapat di atas, pendapat lain mengatakan bahwa korupsi politisi adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan oleh kami bahwa korupsi adalah suatu perbuatan kriminal yang sangat mudah dilakukan oleh berbagai kalangan. Namun hal tersebut sangat dilarang oleh pemerintah terutama agama.

2.2    Kondisi yang Mendukung Timbulnya Korupsi
·         Konsentrasi kekuatan di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat, seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik.
·         Kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah
·         Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal.
·         Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar.
·         Lingkungan tertutup yang mementingkann diri sendiri dan jaringan “teman lama”.
·         Lemahnya ketertiban hukum
·         Lemahnya profesi hukum
·         Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa.
·         Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil
·         Rakyat yang cuek, tidak tertarik, atau mudah dibohongi yang gagal memberikan perhatian yang cukup ke pemilihan umum.
·         Ketidakadannya kontrol yang cukup untuk mencegah penyuapan atau “sumbangan kampanye”.

2.3    Dampak Negatif
·         Demokrasi
Korupsi menunjukkan tantangan serius terhadap pembangunan. Di dalam politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintah yang baik. (Good Goverment) dengan cara menghancurkan proses formal. Secara umum, korupsi mengikis kemampuan institusi dari pemerintah. Karena pembagian prosedur, penyedotan sumberdaya, dan pejabat diangkat atau dinaikkn jabatan bukan karena prestasi. Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi pemerintah dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi.
·         Ekonomi
Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintah. Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi. Dalam sektor privat, korupsi meningkatkan ongkos niaga karena kerugian dari pembayaran ilegal.
Walaupun ada yang mengatakan bahwa korupsi mengurangi ongkos (niaga) dengan mempermudah birokrasi, konsensus yang baru muncul berkesimpulan bahwa ketersediaan sogokan menyebabkan untuk membuat aturan-aturan baru dan hambatan baru. Di mana korupsi menyebabkan inflasi ongkos niaga, korupsi juga mengacaukan “lapangan perniagaan”. Perusahaan yang memiliki koneksi dilindungi dari persaingan dan sebagai hasilnya mempertahankan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien.
Korupsi menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek masyarakat yang mana sogokan dan upah tersedia lebih banyak.
Korupsi juga mengurangi pemenuhan syarat-syarat keamanan bangunan, lingkungan hidup, dan aturan-aturan lain. Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur dan menambah tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah.



2.4    Daftar Beberapa Korupsi di Indonesia
·         Kasus dugaan korupsi Soeharto : dakwaan atas tindak korupsi di tujuh yayasan
·         Pertamina : dalam Technila Assistance Contract dengan PT. Ustaindo Petro Gas
·         Bapindo : pembobolan di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) oleh Eddy Tansil
·         HPH dan dana reboisasi : melibatkan Bob Hasan, Prajogo Pangestu, sejumlah pejabat Departemen Kehutanan dan Tommy Soeharto.
·         Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) : penyimpangan penyaluran dana BLBI
·         Abdulah Puteh : korupsi APBD.
Daftar Pejabat Indonesia yang dipenjara
  1. Sudijono Timan – Dirut PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI)
  2. Eko Edi Putranto – Direksi Bank Harapan Sentosa (BHS)
  3. Samadikun Hartono – Presdir Bank Modern
  4. Lesmana Basuki – Kasus BLBI
  5. Sherny Kojongian – Direksi BHS
  6. Hendro Bambang Sumantri – Kasus BLBI
  7. Eddy Djunaedi – Kasus BLBI
  8. Ede Utoyo – Kasus BLBI
  9. Toni Suherman – Kasus BLBI
  10. Bambang Sutrisno – Wadirut Bank Surya
  11. Andrian Kiki Ariawan – Direksi Bank Surya
  12. Harry Mattalata alias Hariram Rachmand Melwani – Kasus BLBI
  13. Nade Taher – Dirut PT. Siak Zamrud Pusako
  14. Dharmono K. Lawi – Kasus BLBI

2.5    Pemberantasan Kasus Korupsi oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)
Komisi Pemberantasan Korupsi atau disingkat menjadi “KPK” adalah sebuah komisi yang dibentuk pada tahun 2003 berdasarkan kepada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan tujuan untuk mengawasi, menanggulangi dan memberantas korupsi.
Sejarah Pemberantasan Korupsi di Indonesia
Orde Lama
Kabinet Djuanda
Di masa Orde Lama, tercatat dua kali dibentuk badan pemberantasan korupsi. Yang pertama, dengan perangkat aturan Undang-Undang Keadaan Bahaya, lembaga ini disebut Panitia Retooling Aparatur Negara (Paran). Badan ini dipimpin oleh A.H. Nasution dan dibantu oleh dua orang anggota, yaitu Profesor M. Yamin dan Roeslan Abdulgani. Kepada Paran inilah semua pejabat harus menyampaikan data mengenai pejabat tersebut dalam bentuk isian formulir yang disediakan. Mudah ditebak, model perlawanan para pejabat yang korup pada saat itu adalah bereaksi keras dengan dalih yuridis bahwa dengan doktrin pertanggungjawaban secara langsung kepada Presiden, formulir itu tidak diserahkan kepada Paran, tapi langsung kepada Presiden. Diimbuhi dengan kekacauan politik, Paran berakhir tragis, deadlock, dan akhirnya menyerahkan kembali pelaksanaan tugasnya kepada Kabinet Djuanda.
BAB III
KESIMPULAN

Korupsi berasal dari bahasa Latin, yaitu corruptio yang berasal dari kata kerja corrumpere yang berarti busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalikkan dan menyogok (http://id.wikipedia.org/wiki/#/searchinput).
Korupsi menurut transparency international adalah perilau pejabat publik, baik politikus/ politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.














KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Alloh SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga kami mampu menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini disusun guna memenuhi salah satu tugas Mata Pelajaran Bahasa Inggris. Dalam makalah ini kami mencoba menyajikan pembahasan mengenai “Korupsi”.
Banyak hambatan yang kami rasakan, namun berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, akhirnya makalah ini dapat diselesaikan. Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
Hanya do’a dan harapan semoga Alloh SWT yang akan membalas semua amal baik tersebut. Kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif. Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan banyak manfaat bagi kita semua, khususnya bagi kami dan umumnya bagi semua pihak yang memerlukan.


Tasikmalaya,    Januari 2015

Penyusun

i
 
 


DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR ........................................................................................ i
DAFTAR ISI ..................................................................................................... ii
BAB I       PENDAHULUAN ............................................................................
1.1  Latar Belakang ........................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah ...................................................................... 1
1.3  Tujuan Penelitian ........................................................................ 2
1.4  Kegunaannya .............................................................................. 2
BAB II      ISI .................................................................................................... 3
2.1  Pengertian ................................................................................... 3
2.2  Kondisi yang Mendukung Timbulnya Korupsi .......................... 3
2.3  Dampak Negatif ......................................................................... 4
2.4  Daftar Beberapa Kasus dan Para Pelaku Korupdi di
Indonesia .................................................................................... 6
2.5  Pemberantasan Kasus Korupsi oleh KPK .................................. 7
BAB III    Kesimpulan ....................................................................................... 8




ii
 

MAKALAH
KORUPSI

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
 






















Disusun oleh :
Yogi Aryantoni Salam
Kelas : VIII B






SMP ISLAMIYAH CIAWI
TAHUN PELAJARAN
2014 / 2015


 
 

Makalah Sanitasi Lingkungan

SANITASI LINGKUNGAN

Definisi Sanitasi Lingkungan
Sanitasi lingkungan adalah Status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup perumahan, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih dan sebaginya (Notoadmojo, 2003).
·         Rumah
Rumah adalah salah satu persyaratan pokok bagi kehidupan manusia. Rumah atau tempat tinggal manusia, dari zaman ke zaman mengalami perubahan. Pada zaman purba manusia bertempat tinggal digua-gua, kemudian berkembang, dengan mendirikan rumah tempat tinggal di hutan-hutan dan dibawah pohon. Sampai pada abad modern ini manusia sudah membangun rumah (tempat tinggalnya) bertingkat dan diperlengkapi dengan peralatan yang serba modern.sejak zaman dahulu pula manusia telah mencoba mendesain rumahnya, dengan ide mereka masing-masing yang dengan sendirinya berdasarkan kebudayaan masyarakat setempat dan membangun rumah mereka dengan bahan yang ada setempat (lokal material) pula. Setelah manusia memasuki abad modern ini meskipun rumah mereka dibangun dengan bukan bahan-bahan setempat tetapi kadang-kadang desainya masih mewarisi kebudayaan generasi sebelumnya (Notoadmojo, 2003).
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membangun suatu rumah :
1. Faktor lingkungan, baik lingkungan fisik, biologis maupun lingkungan sosial.
Maksudnya membangun suatu rumah harus memperhatikan tempat dimana rumah itu didirikan. Di pegunungan ataukah di tepi pantai, di desa ataukah di kota, di daerah dingin ataukah di daerah panas, di daerah pegunungan dekat gunung berapi (daerah gempa) atau di daerah bebas gempa dan sebagainya. Rumah didaerah pedesaan, sudah barang tentu disesuaikan kondisi sosial budaya pedesaaan, misalnya bahanya, bentuknya, menghadapnya, danlain sebagainya. Rumah didaerah gempa harus dibuat dengan bahan-bahan yang ringan namun harus kokoh, rumah didekat hutan harus dibuat sedemikian rupa sehingga aman terhadap serangan-serangan binatang buas.
2. Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat
Hal ini dimaksudkan rumah dibangun berdasarkan kemampuan keuangan penghuninya, untuk itu maka bahan-bahan setempat yang murah misal bambu, kayu atap rumbia dan sebagainya adalah merupakan bahan-bahan pokok pembuatan rumah. Perlu dicatat bahwa mendirikan rumah adalah bukan sekadar berdiripada saat itu saja, namun diperlukan pemeliharaan seterusnya (Notoadmojo, 2003).
Syarat-syarat rumah yang sehat :
1. Bahan bangunan
a.       Lantai : Ubin atau semen adalah baik, namun tidak cocok untuk kondisi ekonomi pedesaan. Lantai kayu sering terdapat pada rumah-rumah orang yang mampu di pedesaan, dan inipun mahal. Oleh karena itu, untuk lantai rumah pedesaan cukuplah tanah biasa yang dipadatkan. Syarat yang penting disini adalah tdak berdebu pada musim kemarau dan tidak basah pada musim hujan. Untuk memperoleh lantai tanah yang padat (tidak berdebu) dapat ditempuh dengan menyiram air kemudian dipadatkan dengan benda-benda yang berat, dan dilakukan berkali-kali. Lantai yang basah dan berdebu merupakan sarang penyakit.
b.      Dinding : Tembok adalah baik, namun disamping mahal tembok sebenarnya kurang cocok untuk daerah tropis, lebih-lebih bila ventilasinya tidak cukup. Dinding rumah di daerah tropis khususnya di pedesaan lebih baik dinding atau papan. Sebab meskipun jendela tidak cukup, maka lubang-lubang pada dinding atau papan tersebut dapat merupakan ventilasi, dan dapat menambah penerangan alamiah.
c.       Atap Genteng : Atap genteng adalah umum dipakai baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Disamping atap genteng cocok untuk daerah tropis, juga dapat terjangkau oleh masyarakat dan bahkan masyarakat dapat membuatnya sendiri. Namun demikian, banyak masyarakat pedesaan yang tidak mampu untuk itu, maka atap daun rumbai atau daun kelapa pun dapat dipertahankan. Atap seng ataupun asbes tidak cocok untuk rumah pedesaan, di samping mahal juga menimbulkan suhu panas didalam rumah.
d.      Lain-lain (tiang, kaso dan reng)
Katu untuk tiang, bambu untuk kaso dan reng adalah umum di pedesaan. Menurut pengalaman bahan-bahan ini tahan lama. Tapi perlu diperhatikan bahwa lubang-lubang bambu merupakan sarang tikus yang baik. Untuk menghindari ini cara memotongnya barus menurut ruas-ruas bambu tersebut, maka lubang pada ujung-ujung bambu yang digunakan untuk kaso tersebut ditutup dengan kayu.
2. Ventilasi
Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi. Fungsi pertama adalah untuk menjaga agar aliran udara di dalam rumah tersebut tetap segar. Hal ini berarti keseimbangan O2 yang diperlukan oleh penghuni rumah tersebut tetap terjaga. Kurangnya ventilasi akan menyebabkan O2 didalam rumah yang berarti kadar CO2 yang bersifat racun bagi penghuninya menjadi meningkat.disamping itu tidak cukupnya ventilasi akan menyebabkan kelembaban udara didalam ruangan naik karena terjadinya proses penguapan dari kulit dan penyerapan. Kelembaban ini akan merupakan media yang baik untuk bakteri-bakteri, patogen (bakteri-bakteri penyebab penyakit.)
Fungsi kedua daripada ventilasi adalah untuk membebaskan udara ruangan-ruangan dari bakteri-bakteri, terutama bakteri patogen, karena disitu selalu terjadi aliran udara yang terus-menerus. Bakteri yang terbawa oleh udara akan selalu mengalir. Fungsi lainya adalah untuk menjaga agar ruangan selalu tetap didalam kelembaban (humuduty) yang optium.
Ada 2 macam ventilasi, yakni :
a)      Fungsi kedua dari pada ventaliasi adalah untuk membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri, terutama bakteri patogen, karena disitu selalu terjadi aliran udara dan sebagainya. Di pihak lain ventilasi alamiah ini tidak menguntungkan, karena merupakan jalan masuknya nyamuk dan serangga lainya ke dalam rumah. Untuk itu harus ada usaha-usaha lain untuk melindung kita dari gigitan-gigitan nyamuk tersebut.
b)      Ventilasi buatan, yaitu dengan mempergunakan alat-alat khusus untuk mengalirkan udara tersebut, misalnya kipas angin, dan mesin penghisap udara. Tetapi jelas alat ini tidak cocok dengan kondisi rumah di pedesaan.
Perlu diperhatikan disini bahwa sistem pembuatan ventilasi harus dijaga agar udara tidak berhenti atau membalik lagi, harus mengalir. Artinya di dalam ruangan rumah harus ada jalan masuk dan keluarnya udara.
3. Cahaya
Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu banyak. Kurangnya cahaya yang masuk kedalam ruangan rumah, terutama cahaya matahari di samping kurang nyaman, juga merupakan media atau tempat yang baik untuk hidup dan berkembangnya bibit-bibit penyakit. Sebaliknya terlalu banyak cahaya didalam rumah akan menyebabkan silau, dam akhirnya dapat merusakan mata. Cahaya dapat dibedakan menjadi 2, yakni :
a)      Cahaya alamiah, yakni matahari. Cahaya matahari ini sangat penting, karena dapat membunuh bakteri-bakteri patogen di dalam rumah, misalnya baksil TBC. Oleh karena itu, rumah yang sehat harus mempunyai jalan masuk cahaya yang cukup. Seyogyanya jalan masuk cahaya (jendela) luasnya sekurang-kurangnya 15% sampai 20% dari luas lantai yang terdapat didalam ruangan rumah. Perlu diperhatikan di dalam membuat jendela diusahakan agar sinar matahari dapat langsung masuk ke dalam ruangan, tidak terhalang oleh bangunan lain. Fungsi jendela disini, disamping sebagai ventilasi, juga sebagai jalan masuk cahaya.
Lokasi penempatan jendela pun harus diperhatikan dan dusahakan agar sinar matahari lama menyinari lantai (bukan menyinari dinding). Maka sebaiknya jendela itu harus di tengah-tenan tinggi dinding (tembok).
Jalan masuknya cahaya ilmiah juga diusahakan dengan geneng kaca. Genteng kaca pun dapat dibuat secra sederhana, yakni dengan melubangi genteng biasa waktu pembuatanya kemudian menutupnya dengan pecahan kaca.
b)      Cahaya buatan, yaitu menggunakan sumber cahaya yang bukan alamiah, seperti lampu minyak tanah, listrik, api dan sebagainya.
4. Luas bangunan rumah
Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya, artinya luas lanai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya. Luas bangunan yang tidak sebanding dengan jumlah penghuninya akan menyebabkan perjubelan (overcrowded). Hal ini tidak sehat, sebab di samping menyebabkan kurangnya konsumsi O2 juga bila salah satu anggota keluarga terkene penyakit infeksi, akan mudah menular kepada anggota keluarga yang lain. Luas bangunan yang optimum adalah apabila dapat menyediakan 2,5 – 3 m2 untuk tiap orang (tiap anggota keluarga).
5. Fasilitas-fasilitas didalam rumah sehat
Rumah yang sehat harus mempunyai fasilitas-fasilitas sebagai berikut:
a. Penyediaan air bersih yang cukup
b. Pembuangan Tinja
c. Pembuangan air limbah (air bekas)
d. Pembuangan sampah
e. Fasilitas dapur ruang berkumpul keluarga
Untuk rumah di pedesaan lebih cocok adanya serambi (serambi muka atau belakang).
Disamping fasilitas-fasilitas tersebut, ada fasilitas lain yang perlu diadakan tersendiri untuk rumah pedesaan, yakni:
a)      Gudang, tempat menyimpan hasil panen. Gudang ini dapat merupakan bagian dari rumah tempat tinggal tersebut, atau bangunan tersendiri.
b)      Kandang ternak. Oleh karena kandang ternak adalah merupakan bagian hidup dari petani, maka kadang-kadang ternak tersebut ditaruh di dalam rumah. Hal ini tidak sehat, karena ternak kadang-kadang merupakan sumber penyakit pula. Maka sebaiknya demi kesehatan, ternak harus terpisah dari rumah tinggal, atau dibikinkan kandang sendiri (Notoadmojo, 2003).

·         Sistem Pembuangan
Air limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainya, dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup. Batasan lain mengatakan bahwa air limbah adalah kombinasi dari cairan dan sampah cair yang berasal dari daerah pemukiman, perdagangan, perkantoran dan industri, bersama-sama dengan air tanah, air permukaan dan air hujan yang mungkin ada (Haryoto Kusnoputranto, 1985).
Dari batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa air buangan adalah air yang tersisa dari kegiatan manusia, baik kegiatan rumah tangga maupun kegiatan lain seperti industri, perhotelan, dan sebagainya. Meskipun merupakan air sisa, namun volumenya besar, karena lebih kurang 80% dari air yang digunakan bagi kegiatan-kegiatan manusia sehari-hari tersebut dibuang lagi dalam bentuk yang sudah kotor (tercemar). Selanjutnya air limbah ini akhirnya akan mengalir ke sungai dan laut dan akan digunakan oleh manusia lagi. Oleh sebab itu, air buangan ini harus dikelola atau diolah secara baik.
Air limbah ini berasal dari berbagai sumber, secara garis besar dapat dikelompokan sebagai berikut :
  1. Air buangan yang bersumber dari rumah tangga (domestic wastes water), yaitu air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Pada umumnya air limbah ini terdiri dari ekskreta (tinja dan air seni), air bekas cucian dapur dan kamar mandi, dan umumnya terdiri dari bahan-bahan organic.
  2. Air buangan industri (industrial wastes water), yang berasal dari berbagai jenis industri akibat proses produksi. Zat-zat yang tergantung di dalamnya sangat bervariasi sesuai dengan bahan baku yang dipakai oleh masing-masing industri, antara lain : nitrogen, logam berat, zat pelarut dan sebagainya. Oleh sebab itu pengolahan jenis air limbah ini, agar tidak menimbulkan polusi lingkungan memnjadi rumit.
  3.  Air buangan kotapraja (municipal wastes water), yaitu air buangan yang berasal dari daerah : perkantoran, perdagangan, hotel, restoran, tempat-tempat ibadah, dan sebagainya. Pada umumnya zat-zat yang terkandung dalam jenis air limbah ini sama dengan air limbah rumah tangga.
Karakteristik air limbah perlu dikenal, karena hal ini akan menentukan cara pengolahan yang tepat, sehingga tidak mencemari lingkungan hidup. Secara garis besar karakteristik air limbah ini digolongkan menjadi sebagai berikut:
1)      Karakteristik fisik
Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari bahan-bahan padat dan suspensi. Terutama air limbah rumah tangga, biasanya berwarna suram seperti larutan sabun, sedikit berbau. Kadang-kadang mengandung sisa-sisa kertas, berwarna bekas cucian beras dan sayur, bagian-bagian tinja, dan sebagainya.
2)       Karakter kimiawi
Biasanya air buangan ini mengandung campuran zat-zat kimia anorganik yang berasal dari air bersih serta bermacam-macam zat organik berasal dari penguraian tinja, urine dan sampah-sampah lainya. Oleh sebab itu, pada umumnya bersifat basah pada waktu masih baru, dan cenderung ke asam apabila sudah memulai membusuk. Substansi organic dalam air buangan terdiri dari dua gabungan, yakni :
a. Gabungan yang mengandung nitrogen, misalnya: urea, protein, amine, dan asam amino.
b. Gabungan yang tak mengandung nitrogen, misalnya: lemak, sabun, dan karbuhidrat, termasuk selulosa.
3)      Karakteristik bakteriologis
Kandungan bakteri pathogen serta organisme golongan coli terdapat juga dalam air limbah tergantung darimana sumbernya, namun keduanya tidak berperan dalam proses pengolahan air buangan.
Sesuai dengan zat-zat yang terkandung di dalam air limbah ini, maka air limbah yang tidak diolah terlebih dahulu akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup antara lain :
a. Menjadi transmisi atau media penyebaran berbagai penyakit, terutama: kholera, typhus abdominalis, desentri baciler.
b. Menjadi media berkembang biaknya mikroorganisme pathogen.
c. Menjadi temoat-tempat berkembang biaknya nyamuk atau tempat hidup larva nyamuk.
d. Menimbulkan bau yang tidak enak serta pandangan yang tidak sedap.
e. Merupakan sumber pencemaran air permukaan, tanah, dan lingkungan hidup lainya.
f. Mengurangi produktivitas manusia, karena orang bekerja dengan tidak nyaman, dan sebagainya.
Pegolahan air limbah dimaksudkan untuk melindungi lingkungan hidup terhadap pencemaran air limbah tersebut. Secara ilmiah sebenarnya lingkungan mempunyai daya dukung yang cukup besar terhadap gangguan yang timbul karena pencemaraan air limbah tersebut. Namun demikian, alam tersebut mempunyai kemampuan yang terbatas dalam daya dukungnya, sehingga air limbah perlu dibuang.
Beberapa cara sederhana pengolahan air buangan antara lain sebagai berikut :
1.      Pengeceran (dilution)
Air limbah diencerkan sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah, kemudian baru dibuang ke badan-badan air. Tetapi, dengan makin bertambahnya penduduk, yang berarti makin meningkatnya kegiatan manusia, maka jumlah air limbah yang harus dibuang terlalu banyak, dan diperluka air pengenceran terlalu banyak pula, maka cara ini tidak dapat dipertahankan lagi. Disamping itu, cara ini menimbulkan kerugian lain, diantaranya : bahaya kontaminasi terhadap badan-badan air masih tetap ada, pengendapan yang akhirnya menimbulkan pendangkalan terhadap badan-badan air, seperti selokan, sungai, danau, dan sebagainya. Selanjutnnya dapat menimbulkan banjir.
2.      Kolam Oksidasi (Oxidation ponds)
Pada prinsipnya cara pengolahan ini adalah pemanfaatan sinar matahari, ganggang (algae), bakteri dan oksigen dalam proses pembersihan alamiah. Air limbah dialirkan kedalam kolam berbentuk segi empat dengan kedalaman antara 1-2 meter. Dinding dan dasar kolam tidak perlu diberi lapisan apapun. Lokasi kolam harus jauh dari daerah pemukiman, dan didaerah yang terbuka, sehingga memungkinkan memungkinkan sirkulasi angin dengan baik.
3.      Irigasi
Air limbah dialirkan ke parit-parit terbuka yang digali, dan air akan merembes masuk kedalam tanah melalui dasar dan dindindg parit tersebut. Dalam keadaan tertentu air buangan dapat digunakan untuk pengairan ladang pertanian atau perkebunan dan sekaligus berfungsi untuk pemupukan. Hal ini terutama dapat dilakukan untuk air limbah dari rumah tangga, perusahaan susu sapi, rumah potong hewan, damn lain-lainya dimana kandungan zat-zat organik dan protein cukup tinggi yang diperlukan oleh tanam-tanaman.


Minggu, 23 Februari 2014

Teks Pidato Perpisahan Anak MI/SD



Bismillahirrohmanirrohim…………..
Assalamualaikum Wr.Wb.

Alhamdulillahi robbil alamin Wabihi nastainu ‘ala umuriddunya waddin. Wa ‘ala alihi wa sohbihi ajmain. Amma ba’du.
Bapak Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru serta hadirin yang kami hormati!!!
Atas nama seluruh siswa kelas VI tahun 2012-2013 MI SINDANGRAJA, per kenankanlah saya memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kami pada hari ini secara resmi telah mengakhiri masa-masa kami sebagai siswa di MI SINDANGRAJA ini.
Bapak Ibu Guru yang kami hormati!!!
Rasanya baru kemarin kami menapakan kaki di bumi MI SINDANGRAJA, rasanya baru kemarin ini kami memulai hidup sebagai siswa di MI SINDANGRAJA ini, namun kini enam tahun telah lewat saatnya kami harus kembali melangkahkan kaki meninggalkan MI SINDANGRAJA. Setelah berbagai pengetahuan diterima, setelah berbagai pengalaman kami jalani, setelah berbagai kenangan kami raih. Setelah sekian lama berkumpul bersama, bapak ibu serta teman-teman semua di MI SINDANGRAJA ini, sungguh masa-masa indah yang tak mungkin kami lupakan begitu saja.
Bapak dan Ibu Guru serta hadirin yang kami hormati!!!
Kini suratan takdir yang kami jalani, sunnatulloh yang harus kami tempuh, kami harus meninggalkan MI SINDANGRAJA, untuk meneruskan perjalanan hidup kami, meneruskan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan kami atas nama siswa kelas VI tahun ajaran 2009-2010 ini :
yang Pertama, kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah membimbing kami, mengajari kami, melatih kami, mengarahkan kami, menjadikan kami manusia yang berilmu, berbudi dan berbudaya. Betapa besar jasa Bapak Ibu Guru itu mendapat balasan setimpal dari Allah SWT.
yang Kedua, kami mohon maaf sebesar-besarnya, atas segala kesalahan kami, kekhilapan kami, kealpaan kami, yang terasa ataupun tidak terasa, yang kami lakukan selama enam tahun kami bersama dan bergaul.
dan yang Ketiga, kami mohon do’a restu dari Bapak Ibu Guru, semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada kami, memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kami, khususnya pada saat-saat kami meninggalkan MI SINDANGRAJA, meneruskan pendidikan kami ke jenjang yang lebih tinggi.
Akhirnya, kepada semua warga MI SINDANGRAJA, kami ucapkan selamat tinggal, selamat berpisah. Percayalah, bagaimanapun dan sampai kapanpun, kami adalah warga MI SINDANGRAJA.

Sekian Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalamualaikum Wr. Wb.