Sabtu, 30 Mei 2015

Makalah tentang Komputer IAILM

BAB I

A.   Latar Belakang
Komputer merupakan peralatan elektronik yang bekerja secara kordinatif dan integratif berdasarkan program, dapat menerima masukan berupa data, mengolahnya dalam memori dan menampilkan hasil berupa informasi. Mahasiswi sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menguasai dan melakukan penggalian terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu alat teknologi yang mampu membantu mencapai tujuan itu adalah komputer. Dengan komputer mahasiswa diharapkan berhasil mendapat informasi yang bermanfaat untuk menunjang keberhasilan pendidikannya.

B.   Kerangka Pembahasan
Penulisan makalah ini, penulis hanya membatasi mengenai komputer yang meliputi :
1.   Pengertian komputer
2.   Maam-macam komputer
3.   Komponen-komponen komputer
4.   Mengaktifkan dan mematikan komputer.

C.   Metode Penulisan
Dalam menyusun dan mengembangkan kerangka pembahasan, penulis menggunakan cara konvensional yaitu melalui metode library research yakni menelaah dan menelusuri dokumen pustaka yang relevan yang berhubungan dengan topik berdasarkan teori-teori dari para ahli.



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Komputer
Kata “komputer” berasal dari bahasa Inggris “to compute” yang berarti menghitung. Sedangkan “computer” berarti alat penghitung.
Komputer adalah peralatan elektronik yang bekerja secara kordinatif dan integratif berdasarkan program, dapat menerima masukan berupa data, mengolahnya dalam memori, dan menampilkan hasil berupa informasi.
-      Menurut Daryanto (2004) Komputer mempunyai 3 sifat :
·         Bekerja dengan menggunakan tenaga listrik (elektronik)
·         Bekerja berdasarkan program
·         Bekerja dalam satu sistem
-      Menurut Sigian (2002 : 92)
Komputer adalah alat mesin elektronika yang menerima dan mengolah data sedemikian rupa sehingga menghasilkan informasi.

B.   Macam-macam Komputer
Komputer dikategorikan 2 jenis :
  1. Komputer Digital
Bekerja dengan cara menghitung, angka, huruf dan simbol disajikan sebagai angkat diskrit, yaitu 1 dan 0, yang dikenal dengan istilah digit biner.
  1. Komputer Analog
Bekerja dengan mengukur kuantitas elektronik atau fisik secara berkesinambungan seperti suhu atau dimensi sesuatu.
Dilihat dari kriteria kecepatan bekerja, besarnya “otak” (memori) dan ukuran komputer, dikenal 4 kategori komputer yaitu:
  1. Komputer Besar (Mainframe)
Komputer jenis ini mampu memproses data dalam jumlah yang sangat besar berkat kemampuannya menerima jutaan instruksi setiap detik. Komputer ini memliki kapasitas menyimpan (storage) data atau informasi dalam jumlah yang sangat besar. Komputer ini merupakan yang tepat jika suatu organisasi atau perusahaan memerlukan suatu data induk (database) dan berbagai jenis jaringan (network).
  1. Komputer Mini
Jenis komputer ini berukuran kecil, akan tetapi kecepatannya dalam mengolah data cukup tinggi, tetapi kapasitas penyimpanan data tidak besar. Komputer jenis ini digunakan untuk pemrosesan dengan pangkalan data, penggunaan jaringan yang online, untuk aplikasi yang tidak terlalu rumit, dan dapat diandalkan sebagai sarana pengolah data tunggal dalam suatu perusahaan.
  1. Komputer Nano
Komputer ini lebih dikenal sebagai kalkulator yang mengandung teknologi tinggi. Pada dasarnya kalkulator tidak dapat dikategorikan sebagai komputer. Karena ukurannya yang sangat kecil, sehingga disebut sebagai “komputer saku”. Penggunaannya sangat terbatas seperti kalkulator yang digunakan oleh pemilik toko eceran dan lain-lain.
  1. Komputer Mikro

C.   Komponen-komponen Komputer
Sebagai suatu sistem, cara kerja komputer dimulai oleh adanya input – proses – output. Untuk melaksanakan tata kerja itu diperlukan 3 unsur pelaksana yaitu :
-      Perangkat keras (hardware)
-      Perangkat lunak (software)
-      Manusia (brainware)
  1. Perangkat Keras (Hardware)
Hardware merupakan perangkat keras yang dapat digunakan untuk mengumpulkan, memasukkan, memproses, menyimpan dan mengeluarkan hasil pengolahan data dalam bentuk informasi.
·         Hardware adalah segala peralatan komputer yang dapat dilihat dan dipegang (bersifat fisik) yang terdiri dari perangkat input, perangkat proses, perangkat output dan perangkat komunikasi.
·         Hardware adalah peralatan fisik yang dipergunakan untuk memasukkan informasi, memproses informasi dan menghasilkan informasi
·         Perangkat keras adalah suatu alat yang dapat disentuh serta dapat dirasakan dengan sentuhan.
a.    Peralatan Input
Peralatan input atau masukan adalah aat-alat yang dapat digunakan untuk memasukkan data ke dalam komputer.
1)   Keyboard
Adalah media input yang merupakan sarana pendukung utama untuk dapat menampilkan huruf angka dll. Fungsi keyboard digunakan untuk memasukkan data dalam bentuk teks ke komputer.
Keyboard dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :
-  Typerwrite key
Yaitu tombol yang fungsinya sama dengan yang ada pada mesin tik.
-  Numerik key
Yaitu tombol-tombol dalam keyboard yang berisi angka-angka, yang terdiri dari angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9, dan 0.
-  Function key
Yaitu tombol yang digunakan untuk memberikan perintah-perintah tertentu pada saat anda bekerja dengan komputer, terutama apabila sedang membuka sebuah software, maka akan terdapat perintah-perintah yang khusus untuk mempercepat pekerjaan.
Misal : fungsi Ctrl + S untuk menyimpan file dsb.
-  Spesial fungsi key
Spesial key adalah tombol yang akan berfungsi jika digabungkan dengan tombol lain.
Tombol-tombol spesial key, yaitu :
(Alt)   : Alternatif
(Ctrl) : Control dll.
2)   Mouse
Mouse berfungsi untuk mengatur posisi pointer/ kursor pada layat komputer. Dengan menggunakan mouse, kita dapat men-drag (menarik) dan men-drop (meletakkan) dll.
3)   Scanner
-  Scanner adalah merupakan alat yang dapat digunakan untuk memasukkan data dalam bentuk image (gambar)
-  Scanner adalah peralatan untuk membaca input baik data maupun gambar untuk di scan.
4)   Digital Camera
Merupakan alat yang dapat digunakan untuk menyimpan data gambar.
5)   Video Camera (kamera video)
Digunakan untuk menyimpan data gambar yang dapat bergerak dan bersuara.
6)   Cashing
Adalah tempat untuk menyimpan peralatan atau komponen-komponen yang terdapat dalam komputer.
Seperti harddisk, CD Room, VGA motherboard, power supply.
Cashing memiliki 2 jenis yaitu :
-  Cashing Desktop
-  Cashing Tower.
b.    Peralatan Proses
Di dalam kotak komputer terdapat 2 bagian perangkat pemroses, yaitu :
1)   Central Processing Unit (CPU) atau Unit Pemrosesan Utama, bagian ini seolah-olah otak dari komputer. CPU merupakan pusat pengolahan dan pengontrol segala pemrosesan data.
CPU terdiri dari 2 bagian :
-  Unit hitung dan logika (Arithmatic and Logical Unit)
Berfungsi untuk memproses data melalui perhitungan penambahan dan pengurangan, perbandinga-perbandingan serta logika.
-  Unit kontrol (Control Unit)
Bertugas untuk menjermahkan perintah atau instruksi secara berurutan yang kemudian diteruskan ke seluruh bagian komputer.
2)   Memori Induk (Main Memory)
Adalah unit/ peralatan yang dipergunakan untuk menyimpan data, perintah (program) serta hasil proses yang telah masuk dan telah dikerjakan oleh komputer.
Satuan ukuran yang menggambarkan besarnya memori komputer adalah byte.
1 byte                      : 1 karakter (1 angka/ huruf)
1 kilobyte (kb)         : 1024 byte
1 megabyte (mb)     : 1024 kb
1 gigabyte (gb)       : 1024 mb.
Memori induk terdiri dari :
-  RAM (Random Acces Memory)
Merupakan memori yang bersifat sementara, yang mana jika komputer mati, maka data atau program yang tersimpan akan hilang.
-  ROM (Read Only Memory)
Merupakan memori yang bersifat permanen, yang dapat dibaca tetapi tidak dapat diperbarui.
ROM berfungsi untuk menyimpan program operasi komputer seperti program BIOS dan program booting.
c.    Peralatan Output
Merupakan peralatan-peralatan yang digunakan untuk mengeluarkan informasi hasil pengolahan data.
Macam peralatan output :
1)   Layar/ Monitor
Merupakan bagian yang sangat penting dalam komputer, tanpa monitor kita tidak dapat melakukan apa-apa. Monitor disebut juga Display Unit/ VDU.
Monitor berfungsi untuk menampilkan hasil kerja pemrosesan komputer secara visual baik berupa gambar maupun data.
2)   Printer
-  Adalah perangkat keras yang berfungsi untuk mencetak data pada komputer ke dalam kertas.
-  Adalah merupakan peralatan keluaran untuk menampilkan hasil pemrosesan komputer dalam bentuk tulisan maupun gambar.
Printer terdiri dari 2 jenis :
-  Printer dengan tinta
-  Printer dengan laser/ serbuk seperti mesin fotocopy.
Contoh printer : Cannon BJC 100 SP, Epson LX 80 dan HP Deskjet 3744.
3)   LCD (Liquid Crystal Display Projector)
Merupakan alat yang digunakan untuk menayangkan hasil pengolahan data atau informasi dengan cara memancarkannya/ memproyeksikan ke dinding atau bidang lainnya yang vertikal.
4)   Speaker
Merupakan alat yang digunakan untuk mengeluarkan hasil pengolahan data/ informasi dalam bentuk suara.



  1. Perangkat Lunak (Software)
-  Perangkat lunak merupakan kumpulan dari instruksi-instruksi yang mengatur kerja komputer.
-  Software adalah perangkat yang tidak dapat dipegang secara fisik, hanya dirasakan manfaatnya.
Kegunaan dari software :
-  Sebagai pengatur kinerja komputer
-  Mengatur informasi dan data pengguna
-  Mengidentifikasi program.
a.    Jenis-jenis Perangkat Lunak
1)   Sistem Operasi (Operating System)
-  Operating system berfungsi untuk mengendalikan hubungan antara komponen-komponen yang terpasang dalam suatu sistem komputer. Misal : keyboard dengan CPU dan lain-lain.
-  Fungsi sistem operasi :
·   Menjalankan komputer saat komputer pertama dinyalakan
·   Menjalankan program aplikasi
·   Menjalankan program utility.
·   Mengelola file
·   Menjalankan mode batch
·   Memberikan layanan percetakan data di layar dan printer serta menyimpan data di file.
-  Jenis-jenis program dalam sistem operasi
·   Bootstrap loader (program pembaca software pertama)
·   Diagnostic test (pengecekan)
·   Operatyng System Executive (pengendali operasi)
2)   System Aplikasi
Sistem aplikasi sering disebut juga sebagai “paket aplikasi” merupakan software jadi yang siap untuk digunakan.
3)   Utility
Perangkat lunak utility adalah perangkat lunak yang dipakai untuk menunjang kinerja komputer dan perawatan perangkat keras komputer.
  1. Manusia (Brainware)
Manusia mempunyai tugas yang berbeda-beda pada komputer, ada yang bertugas sebagai perancang, pemrogram dan pemakai.
Menurut tugasnya, manusia dapat dikelompokkan menjadi :
a.    System Analyst and Design (perancang dan penganalisa)
b.    Programmer
c.    Operator
d.   Teknisi (Computer Enginering)

D.   Mengaktifkan dan Mematikan Komputer
  1. Prosedur mengaktifkan komputer
-      Memasang komponen komputer
-      Menghubungkan komputer dengan kabel listrik
-      Menyalakan monitor dan power komputer
-      Menunggu windows terbuka
-      Memulai program.
  1. Prosedur/ cara mematikan komputer
-      Tutup semua program aplikasi yang masih aktif
-      Klik tombol start dengan mouse di desktop menu
-      Klik tombol turn off computer
-      Klik turn off di kotak dialog turn off computer
-      Tunggulah beberapa saat sampai komputer mati sendiri.




BAB III
KESIMPULAN

Dengan komputer manusia sangat terbantu dalam mencari informasi yang up to date dan aktual. Sehingga kinerja manusia menjadi sedikit lebih ringan, data yang disimpan lebih aman, dan hasilnya lebih cepat. Oleh karena seluruh mahasiswa diharapkan mampu mengoperasikan komputer dan dapat merasakan manfaat yang dihasilkan dari komputer.


DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Zulkarimein. (2001). Perkembangan Teknologi Komunikasi. Jakarta : Universitas Terbuka.

Nasution, (1994). Teknologi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Sagian, Sondang P. (2002). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara.

Salisbury, David F. (1996). Five Technologies for Education Change. New Jersey : Educational Technology Publications.

Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad. (1989). Teknologi Pengajaran. Bandung : Sinar Baru.

AKMB. (1999). MS. Word dan MS. Excel. Modul Diklat.

Andi Purnomo, ST. Teknologi Informasi Komunikasi. 2007. Solo : Yudhistira. Perpustakaan Nasional : Katalog Dalam Terbitan (KDT) : Ghalia Indonesia.

Dr. Deni Darmawan, M.Si., Dr. Leli Halimah, M.Pd., Drs. Sofyan Iskandar, M.Pd. Dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi. UPI Press 2006. Bandung : Gedung Penerbitan dan Percetakan Universitas Pendidikan Indonesia.

 

KATA PENGANTAR



Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Alloh SWT atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan makalah komputer yang berjudul “Komputer”.
Upaya penulisan makalah ini merupakan langkah untuk melengkapi kebutuhan dalam pemenuhan tugas dari dosen mata kuliah komputer.
Saya menyadari isi makalah ini memang tidak lengkap yaitu hanya menyajikan persoalan komputer saja.
Semoga makalah ini bermanfaat dan mendapat keridhoaan Alloh SWT.

Tasikmalaya,   Mei 2009

Penyusun

i
 

DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR ........................................................................ i
DAFTAR ISI ................................................................................. ii
BAB I      PENDAHULUAN ...............................................................
A.   Latar Belakang ........................................................ 1
B.   Kerangka Pembahasan ............................................ 1
C.   Metode Penulisan .................................................... 1
BAB II     PEMBAHASAN ............................................................... 2
A.   Pengertian Komputer ............................................... 2
B.   Macam-macam Komputer ........................................ 2
C.   Komponen-komponen Komputer .............................. 3
1.   Perangkat Keras (Hardware) ............................... 3
2.   Perangkat Lunak (Software) ............................... 8
3.   Manusia (Brainware) ........................................... 9
D.   Mengaktifkan dan Mematikan Komputer .................. 9
BAB III    KESIMPULAN .............................................................. 10
ii
 
DAFTAR PUSTAKA


MAKALAH KOMPUTER

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
Mata kuliah Komputer




 














Penyusun :
Yeni Surtikayati
0721.059
Semester IV



FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM LATIFAH MUBAROKIYAH
PONDOK PESANTREN SURYALAYA


 
TASIKMALAYA 2009 

Dampak Perubahan Sosial Makalah Sosiologi

BAB I
DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL

Banyak para ahli yang menyebutkan tentang penyebab perubahan sosial. Salah satunya tokoh dalam tema-tema pembangunan adalah David Chlellnd. Ia berpendapat bahwa penyebab perubahan sosial adalah apa yang ia sebut sebagai virus n-Ach (need archievement) yaitu virus yang menyebabkan seseorang mempunyai hasrat untuk berprestasi. Virus itu didapatkan melalui pengajaran masa kecil seperti dongeng, cerita pengantar tidur, buku-buku bacaan dan lain-lain. Virus ini menularkan etos kerja yang menumbuhkan semangat dan optimisme. Virus n-Ach ini sangat dipengaruhi oleh lembaga keluarga yaitu child teaching practice oleh orang tua. Ia membagi virus n-ach ini menjadi tiga, yaitu :
a.      Need for archivement (keinginan untuk berprestasi)
b.      Need for power (keinginan untuk berkuasa)
c.       Need for affiliation (keluarga untuk bersahabat).
Setiap individu memiliki dominasi yang berbeda-beda dalam kebutuhan-kebutuhan di atas, pembangunan sebuah dampak akibat bersifat pribadi atau sosial ataupun bersifat negatif maupun positif. Sosiologi akan membahas dampak perubahan sosial secara sosial baik bersifat negatif ataupun positif.

A.    Dampak perubahan sosial yang bersifat positif :
  1. Dinamisisasi masyarakat
Setiap anggota masyarakat secara otomatis wajib untuk meningkatkan kapasitas individunya untuk menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini. Sistem norma dalam masyarakatpun dapat berubah. Penggantian norma mungkin saja terjadi karena penggerusan nilai (erosi nilai). Proses erosi nilai ini dapat terjadi karena pengikisan norma. Selain itu, penentangan terhadap norma juga memunculkan erosi norma terakhir, terjadi pergantian norma.
  1. Modernisasi
Modernisasi melahirkan manusia modern. Manusia modern mengacu pada pandangan hidup, sikap dan tindakan, bukan penampilan fisik seperti model pakaiaan, pergaulan bebas, maupun gaya hidup ke barat-baratan.
Modernisasi menurut Koentjaraningrat adalah usaha untuk hidup sesuai dengan kondisi dan situasi dunia sekarang. Schoorl (1980) mengungkapkan bahwa modernisasi adalah proses penerapan ilmu dan teknologi dalam semua segi kehidupan manusia ke arah yang lebih baik selama diterima oleh masyarakat. Smith (1973) menyebut modernisasi sebagai proses yang dilandasi seperangkat rencana dan kebijaksanaan untuk merubah masyarakat ke kehidupan yang lebih maju dalam kehormatan tertentu.
Menurut Alex Inkeless (1966) manusia dianggap modern jika :
-       Bersedia menerima pengalaman baru, terbuka terhadap penemuan dan perubahan baru
-       Dapat menangkap dan memahami masalah, tidak hanya di lingkungan terdekat tetapi lingkungan yang jauh
-       Berpandangan maju tanpa mengabaikan masa lalu
-       Teratur, tersusun dan teliti dalam menyelesaikan masalah
-       Mempunyai perencanaan yang matang
-       Yakin bahwa manusia dapat mengatasi masalah yang timbul dari lingkungan guna mencapai tujuan tertentu
-       Berprinsip semua hal dapat diperhitungkan
-       Menghargai karya orang lain/ harkat hidup orang lain
-       Percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi
-       Menerima kritik yang membangun
-       Aktif berpolitik.
  1. Globalisasi
Globalisasi proses integrasi bangsa-bangsa di dunia ke dalam sebuah sistem global yang melintas batas-batas suatu negara.
Akibat paham barat masuk ke Indonesia hedenisme, individualisme, sekularisme, materialisme.

B.     Dampak Perubahan Sosial yang Bersifat Negatif :
  1. Disorganisasi dan Demoralisasi
Penyebab utama diorganisasi sosial adalah rusaknya tatanan budaya akibat masuknya salah satu unsur budaya lain. Kecepatan perubahan yang tidak diimbangi oleh pemahaman warga masyarakat akan proses perubahan akan menyebabkan diorganisasi sosial pula. Menurut Fierabend dan Fierabend, (1972) ketika suatu negara mencapai tahap modernisasi yang utuh, maka kecepatan tingkat perubahan pun menurun.
Ketika suatu kebudayaan mengalami diorganisasi yang sangat parah maka perasaan aman, moral dan tujuan hidup masyarakat menjadi tak menentu. Hal ini akan menimbulkan rapuh kepribadian (personaly disorganized) bagi pribadi-pribadi yang berperilaku tak menentu, kabur dan saling bertentangan. Apabila hal ini berlanjut akan mengalami demoralisasi artinya orang yang mengalami ketiadaan semangat hidup yang dicirikan dengan kehilangan pedoman hidup, menarik diri dari masyarakat dan bersikap apatis.
  1. Disintegrasi Sosial
Diorganisasi sosial akan mendahului disintegrasi sosial dengan gejala sebagai berikut :
a.       Gejala-gejala diintegrasi
-         Tidak ada persepsi atau persamaan pandangan di antara sesama anggota masyarakat mengenai tujuan masyarakat yang semula dijadikan pegangan atau patokan setiap masyarakat
-         Norma-norma masyarakat tidak dapat berfungsi dengan baik sebagai alat untuk mencapai tujuan masyarakat
-         Ada pertentangan antar norma dalam masyarakat sehingga menimbulkan kebingungan bagi anggota masyarakat itu sendiri
-         Tidak ada sanksi tegas bagi pelanggar norma
-         Tindakan-tindakan masyarakat sudah tidak sesuai dengan norma-norma yang ada
-         Terjadi interaksi sosial yang ditandai oleh proses yang dissosiatif.
b.      Bentuk-bentuk diintegrasi :
1.      Pergolakan daerah
Pergolakan daerah adalah suatu pergerakan vertikal atau horizontal yang dilakukan secara serentak di suatu daerah untuk melaksanakan kehendak atau cita-cita. Sebab-sebab terjadinya pergolakan daerah :
-          Perbedaan ideologi antar golongan dalam masyarakat
-          Adanya pertentangan-pertentangan sosial yang berkepanjangan dan sulit diatasi
-          Tindakan sewenang-wenang dari pemegang kekuasaan
-          Adanya tokoh sebagai pendorong dari simbol pergerakan.
2.      Kenakalan remaja
Kenakalan remaja termasuk perilaku menyimpang secara sosiologi disebut juvenile delinquency. Apabila orang dewasa yang melakukan hal tersebut disebut kriminalitas.
Perilaku kenakalan remaja bukan warisan genetik. Remaja adalah masa dimana seseorang sedang mencari jati dirinya dengan significant other. Significant other adalah orang-orang yang bepengaruh yaitu orang-orang yang persetujuannya diharapkan akan penilaiannya mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang.
Pembangunan dan modernisasi merupakan sesuatu hal yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan remaja. Oleh karena itu, modernisasi dapat menyediakan berbagai barang, jasan dan fasilitas, sarana/ prasarana yang dapat mempengaruhi kondisi psikologi, sikap, mental dan perilaku remaja ke arah yang tidak baik. Serta tidak bertanggung jawab misalnya tersedianya berbagai hiburan malam, diskotik, film, rental video, wilayah remang-remang, berbagai minuman keras, obat-obatan terlarang, alat kontrasepsi dan sebagainya.
Para remaja yang tidak kuat kepribadiannya akan terpengaruh oleh lingkungan yang kurang baik dan berubah menjadi nakal. Sikap dan perilakunya menyimpang dari tata nilai dan norma yang berlaku sehingga menimbulkan kerugian bagi dirinya, masyarakat dan lingkungan, contoh :
Perkelahian massal, mengompas, mencuri, penyimpangan perilaku sosial, minum-minuman keras, menghisap ganja, membentuk geng liar dan sebagianya.
Berikut faktor-faktor penyebab kenakan remaja :
1)      Kurangnya perhatian, kasih sayang, dan pengawasan orang tua
2)      Keluarga yang tidak harmonis (broken home)
3)      Fasilitas yang berlebihan, tetapi kurang pengawasan
4)      Lingkungan dan kawan bergaul yang tidak baik
5)      Kepribadian yang lemah : tidak mampu menghadapi tantangan, hambatan dan godaan kehidupan.
Berikut cara mengatasi kenakalan remaja :
1)      Perlu diperhatikan pengawasan dan kasih sayang orang tua
2)      Menciptakan keluarga yang harmonis (keluarga sakinah)
3)      Tidak memanjakan anak/ memberi fasilitas yang berlebihan
4)      Mengupayakan remaja untuk tidak masuk ke lingkungan yang buruk
5)      Pihak sekolah (SMP/ SMA) harus mewaspadai tingkah laku siswanya dan menegakkan disiplin
6)      Memperbanyak saran penyaluran kreativitas remaja melalui olah raga, kesenian, lintas alam dan sebagainya
7)      Perlu kerja sama yang baik antara pihak sekolah dengan aparat keamanan, psikolog, dan tokoh masyarakat
8)      Perlu bimbingan rohani/ keagamaan yang intensif.
3.      Kriminalitas
Kriminalitas terjadi karena adanya interaksi seseorang dengan lingkungan yang berisi peran dan status yang menyimpang. Apabila tingkah laku kriminal dianggap biasa layaknya tingkah laku baik maka inilah yang disebut oleh E.H. Sutherlan (1962) sebagai proses asosiasi yang diferensial (differensial association). Pada lingkungan yang mengalami perubahan sosial cukup tinggi maka hal tersebut bisa sangat mungkin terjadi.
Saat ini dikenal adanya white collar crime, yaitu sebuah kriminalitas yang dilakukan oleh para pejabat dan pengusaha. Saat ini marilah kita lihat kondisi di Indonesia. Korupsi merupakan suatu kriminalitas yang dianggap biasa dan penegak hukum terhadap para aktor-aktor white collar crime sangat susah untuk dilakukan. MENGAPA HAL TERSEBUT TERJADI?
c.       Usaha-usaha mengatasi disintegrasi
-          Tindakan preventif (pencegahan)
Contoh tindakan ini adalah dengan membentuk undang-undang yang berisi peraturan dan sanksi-sanksi yang jelas.
-          Tindakan represif (hukuman)
Hukuman diberikan kepada orang-orang yang sudah terlanjur berbuat kejahatan agar mereka insyaf dan kembali ke jalan yang benar.
-          Tindakan rehabilitasi
Bimbingan dan pembinaan yang terus menerus kepada para narapidana di lembaga-lembaga permasyarakatan agar setelah bebas dapat diterima di masyarakat.
-          Tindakah persuasif edukatif
Pengarahan, nasihat dan pendidikan untuk memasukan pesan moral kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran ringan agar mereka menyadari apa yang mereka lakukan adalah menyimpang dari aturan dan norma yang berlaku. Tindakan ini dilakukan melalui alat-alat komunikasi seperti televisi, buku, surat kabar, film, radio, pamlet, poster sehingga mampu menanamkan sugesti untuk menolak perbuatan-perbuatan menyimpang.




  1. Perubahan Sosial yang Tidak Merata
Perubahan sosial seperti yang diungkapkan oleh Ogburn yang cenderung pada adanya perubahan unsur budaya. Unsur budaya yang mengalami perubahan sosial tidak berlangsung secara sinergis terkadang ada salah satu unsur yang berubah dengan sangat cepat maupun lambat. Jarak antar penyesuaian inilah yang disebut Ogburn sebagai konsep cultural lag (kesenjangan budaya). Cultural lag bukanlah tanda adanya keterbelakangan masyarakat, tetapi gejala yang menandakan masyarakat yang sangat dinamis dan semakin kompleks.



BAB II
KESIMPULAN

Dampak dari perubahan sosial ada 2 yaitu dampak positif dan dampak negatif. Adapun dampak positif dari perubahan sosial yaitu :
1.      Dinamisasi masyarakat
2.      Modernisasi
Modernisasi adalah proses penerapan ilmu dan teknologi dalam semua segi kehidupan manusia ke arah yang lebih baik selama diterima oleh masyarakat
3.      Globalisasi
Globalisasi adalah proses integrasi bangsa-bangsa di dunia ke dalam sebuah sistem global yang melintas batas-batas suatu negara.
Dalam paham barat masuk ke Indnesia individualisme, sekularisme, hedonisme, materialisme dan dampak negatif dari perubahan sosial.
1.      Disorganisasi dan demoralisasi
Penyebabnya adalah rusaknya tatanan budaya akibat masuknya salah satu unsur budaya lain.
2.      Disintegrasi sosial
  1. Gejala-gejala disintegrasi
  2. Bentuk-bentuk disintegrasi
-          Pergolakan daerah
-          Kenakalan remaja
-          Kriminalitas
  1. Usaha-usaha mengatasi disintegrasi
-          Tindakan preventif
-          Tindakan represif



KATA PENGANTAR

Puji syukur bagi Tuhan yang telah memberi kesehatan dan kekuatan untuk menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini disusun guna menunjang pembelajaran siswa pada mata pelajaran Sosiologi. Di samping itu, dengan segenap kemampuan penyusun makalah ini merujuk pada hasil diskusi kami. Diharapkan makalah ini dapat membantu kebutuhan pembelajaran yang dapat mendorong siswa belajar secara aktif (membaca, menemukan, mengembangkan dan melaksanakan dengan terampil apa yang dipelajarinya).
Akhir kata kami menyadari, makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, segala kritikan dan saran dari para pembaca sangat dinantikan guna perbaikan lebih lanjut.

Tasikmalaya,   Nopember 2009

Penyusun



SOSIOLOGI

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
mata pelajaran Sosiologi

 












Disusun oleh :
Ani Maryani
Desa Riani
Sumiati Rohyani
Hanhan Afifah
Yepi Sri Rahayu
Erna Prapitasari
Kelas XII.IPS.2


MADRASAH ALIYAH NEGERI
Jl. Raya Panumbangan No. 33 Ciawi – Tasikmalaya

2009/ 2010